Jeslyn Hilang! – Falling in The Darkness (Chapter 16)

By | March 14, 2021
Spread the love

Jika semesta mempertemukan kita kembali, aku akan menceritakan kembali hari-hari yang aku lewati saat berusaha mengikhlaskanmu.

Emili

“Kau mencintai Genta?” Kalimat yang diucapkan Alward membuat Alice mengalihkan pandangannya menatap Alward, cukup terkejut, apakah ekspresi cemburunya terlalu terlihat jelas.

Patikan Telah Membaca Chapter Sebelumnya : Jeslyn yang menggemaskan – Falling in The Darkness (Chapter 15)

Tatapan Alice yang menegang membuat Alward tertawa, tebakannya ternyata benar.

“Wajahmu tak bisa menutupi ekspresi kecemburuanmu saat ini bodoh.” Alward masih diselingi tawa.

“Diam sialan!” umpat Alice, bodoh amat jika saat ini dia sedang mengumpat keluarga kerajaan, pria dihadapannya sangat menjengkelkan dan alice tak bisa menahan diri untuk sekedar mengatai pria itu. Moodnya benar-benar kacau.

Alice menatap Alward tajam, senyumpun menghiasi bibirnya. “Hmm rupanya bukan hanya aku yang cemburu melihat kebersamaan mereka, kaupun sama, aku bisa melihat tatapan cemburu di matamu, kaupun ternyata mencintai wanita sialan itu!” Alice kembali membuka suara.

***

Sama seperti Jeslyn, saat ini Genta dibuat panik bukan main karena tidak menemukan keberadaan Jeslyn. Dia meruntuki kebodohannya karena terlalu ceroboh sampai Jeslyn bisa menghilang dari jangkauannya.

“Juno! Aku ingin kau mencari Jeslyn, tetaplah bersikap seperti biasa agar tidak ada vampir yang curiga! dan satu lagi aku tidak ingin berita ini sampai ke kerajaan, kau paham?” bisik Genta.

“Baik Tuan.” Juno mulai pergi meninggalkan Genta.

Pikiran Genta semakin kalap, ia takut terjadi sesuatu pada Jeslyn. Wanitanya hanyalah manusia biasa dan saat ini dia sedang sendirian di Kota Alexei dengan ribuan vampir. “Maafkan Aku sayang!” gumamnya pelan, ekspresi ketakutan Jeslyn terus terbayang di pikiran Genta.

“Aku akan segera menemukanmu!” janji Genta kemudian.

***

Hari semakin gelap, dengan langkah goyah Jeslyn terus berjalan, istana Alexei sudah cukup dekat, kakinya benar-benar sudah sangat lelah. Karena tidak menemukan keberadaan Genta, Jeslyn memutuskan untuk pulang sendiri. Jeslyn tak pernah menyangka jarak Kerajaan dan Kota Alexei sejauh ini, mengingat Genta hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk sampai ke kota itu.

“Tega sekali dia meninggalkanku, hikss,” gumamnya dengan suara bergetar, dia sudah sangat ketakutan, jangan lupa matanya sudah sangat sembab diakibatkan menangis sedari tadi.

Drap

“Apa yang sedang dilakukan vampir bangsawan di tempat ini?”

Tiba-tiba saja Jeslyn di kagetkan dengan suara berat di hadapannya. Jeslyn menoleh.

Deg

Jantungnya berdetak kencang menemukan siapa yang sedang berdiri dihadapannya. “Mereka berdua pasti vampir,” batin Jeslyn semakin ketakutan, betapa sialnya dia hari ini.

“Mau aku temani Cantik? Darah dari kaum bangsawan memang berbeda, darahmu sangat harum,” ucap salah satu pria itu mulai berjalan menghampiri Jeslyn.

Jeslyn melangkah mundur, berusaha menjauh ingin rasanya Jeslyn berlari sejauh mungkin, namun sayang kakinya tak cukup kuat lagi untuk berlari.

“Si..siapapun tolong Akuuu, Hiksss Gentaaa kau dimana!”

Pria itu berhasil memegang tangan Jeslyn, membuat sang wanita semakin berteriak histeris. “Yakkk, Tolongggg….” teriak Jeslyn menutup matanya, air matanya sudah mengalir deras sejak tadi.

Blushh

Terdengar sebuah pukulan dan hempasan, Jeslyn sudah tidak merasakan genggaman vampir itu di lengangannya.

Hening untuk beberapa detik.

“Pergilah, jika kalian tidak ingin mati konyol!” sebuah suara pria memecah keheningan.

Dengan rasa takut yang amat besar Jeslyn mencoba membuka matanya. Huff dia akhirnya bisa bernapas lega, rupanya kedua vampir mabuk itu telah pergi. Matanya beralih menatap pria muda dihadapannya, “kuharap dia vampir baik,” batinnya Jeslyn kembali.

“Te..terima kasih sudah menolongku!” masih diselingi suara bergetar.

Pria itu menatap intens Jeslyn, sepertinya ia mengenal wanita ini tapi entah di mana mereka pernah bertemu, wajah wanita ini terlihat asing dimatanya.

“Apa yang kau lakukan disini?” pria itu kembali membuaka suara.

“Aaa..aku tersesat,” Jawab Jeslyn singkat.

“Dari mana Asalmu?”

“Alexei, kerajaan Alexei, Sekali lagi terima kasih telah menolongku,” Jeslyn berusaha tersenyum mencairkan suasana.

Deg

Jantung pria itu berdetag kencang, ada apa dengan hatinya? Dia akui wanita didepannya ini sangat cantik walau dengan mata sembab seperti itu. Pria itu begitu terpesona, senyum yang begitu indah dimatanya, dia pernah melihat senyum itu, namun sekali lagi iya tidak tahu dimana pernah melihatnya.

“Sayang!” sebuah teriakan berhasil memecahkan keheningan yang kembali terjadi.

Keduanya berbalik kearah sumber suara dan benar saja di sana Genta sudah berdiri. Genta segera memeluk Jeslyn, ia begitu khawatir dengan wanitanya.

“Maafkan Aku! Aku telah membuatmu ketakutan!” bisik Genta.

“Kau kemana saja? Hiks..kau jahat sekali, untung saja dia menolongku dari vampir jahat,” tangis Jeslyn kembali pecah di dalam pelukan Genta.

“Maafkan Aku sayang!” mohon Genta, masih merangkul Jeslyn dalam pelukannya.

Setelah merasa baik, Genta melepaskan pelukannya, dan beralih menatap pria dihadapannya. “Terima kasih karena telah menolong tunanganku.” Genta membuka suara dan tersenyum.

Tanpa sepatah katapun pria itu tersenyum. Pria itu menatap Genta, ia mengenali siapa Genta, siapa lagi kalau bukan sang Pewaris kerajaan Alexei.

Tatapannya beralih menatap Jeslyn, entah mengapa wajah Jeslyn menjadi candu. Setelah cukup puas pria itu berbalik berniat pergi meninggalkan tempat itu.

“Sekali lagi terima kasih!” ucap Jeslyn.

“Pegang Tanganku Jeslyn, kita akan segera pulang!”

Blush. Mereka berdua menghilang dengan cepat.

“Jeslyn?” Pria itu kembali berbalik, namun terlambat Jeslyn dan Genta telah pergi.

Nama itu berhasil membuat dahi pria itu kembali berkerut, potongan ingatan masa lalu tiba-tiba muncul di kepalanya.

“Jeslyn? Aapaa yang dilakukannya didunia ini?”

Kebenaran mengapa ia merasa asing dengan wajah wanita itu karena dia mengenal siapa wanita itu sebenarnya.

***

Kerajaan Alexei

Alward tak hentinya meminum wine, ini sudah botol ke 3 nya.

“Berani-beraninya Tuan Leston menjodohkanku dengan wanita itu!” Alward mendengus kesal.

Emili terdiam sejenak, pupus sudah harapannya, sudah tidak ada lagi tempat untuknya, kenyataan bahwa Alward dijodohkan dengan orang lain membuat hatinya semakin sesak.

“Hentikan Alward, wine tidak baik untuk kesehatanmu,” cegah Emili, menahan tangan Alward yang akan kembali meneguk minuman.

Alward lalu menatap malas sahabatnya itu. “Ck! Dia bahkan tidak ada apa-apanya dibandingkan wanitaku Jeslyn,” ucapnya tanpa berniat menghentikan kegiatannya.

Emili terdiam tampak berpikir, matanya terlihat berkaca-kaca, ada sesuatu yang ingin dikatakannya pada Alward.

“Alward aku akan pergi dari kerajaan ini! Mauka kau ikut denganku!” ajak Emili, ia berharap Alward ikut dengannya, meninggalkan kerajaan yang terus membuat luka dihati pria itu, bukankah lebih baik?

Alward menghentikan aksinya, dia kini menatap Emili. “Kau mau meninggalkanku? Kenapa semua orang ingin meninggalkanku?” tanya Alward dengan aksen mabuknya.

“Ikutlah bersamaku! Tinggalkan kerajaan ini!”

“Tidak! Aku tidak bisa meninggalkan Jeslyn, jikapun harus pergi Jeslyn harus ikut denganku!” jawab Alward kemudian tak sadarkan diri di pelukan Emili, Alward tak sadar ucapannya terus membuat hati Emili terluka.

“Aku sangat mencintaimu Alward.”

“Pergi dan mengiklaskanmu adalah jalan satu-satunya untuk melupakanmu!”

***

Saat ini Genta  memasuki Istana dengan Jeslyn berada dipelukannya. Rupanya Leston telah menunggu kepulangannya sejak tadi.

“Kenapa lama sekali, kalian membuatku khawatir.” Leston membuka suara. “Ada apa dengan Jeslyn?” tanyanya kembali menatap Jeslyn yang tengah tertidur pulas di dalam dekapan Genta.

“Dia kelelahan,” bohong Genta, ia tak ingin Ayahnya tau tentang kejadian hari ini.

“Baiklah, segera bawa dia ke kamar kalian,” suruh Leston.

Genta mengangguk, lalu berjalan meningalkan Leston. Tak butuh waktu yang lama kini mereka sedah berada di kamar.

Dengan perlahan Genta membaringkan tubuh Jeslyn ke tempat tidur. Ia lalu mengelus surai hitam wanita itu. “Maaf karena membuat seperti ini, aku janjii tak akan meninggalkanmu sendiri lagi!”

***

“Bagaimana kalian? Ceritakan pada Ibu?” pinta Ibu Alice ingin mendengar cerita putrinya.

“Bagaimana apanya?” tanya Alice balik sambil melepas gaun hitamnya.

“Jalan-jalanmu dengan Tuan Muda Alward! Ibu ingin dengar, kuliat dia sangat tampan kau benar-benar beruntung bisa mendapatkan dia.”

Alice mendengus malas mengingat sikap dingin Alward padanya, jangan lupa kenyataan bahwa pria itupun juga menyukai wanita sialan itu. Apa hebatnya wanita itu, sehingga para pria kerajaan menyukainya? pikir Alice.

“Kita benar-benar keluarga yang beruntung.”

“Beruntung apanya? Apa Ibu ingin tahu? Alward sangatlah menyebalkan, tidak ada yang bisa kubanggakan darinya. Ibu bilang dia tampan? tidak akan sebanding dengan ketampanan Tuan Muda Genta,” jawab Alice malas.

Wanita tua itu mendesah pasrah. “Pertemuan pertama memang seperti itu sayang, mungkin Tuan Muda Alward masih malu. Ibu harap kalian bisa secepatnya menikah!”

“Hentikan ibu, jangan pernah bermimpi, hatiku hanya untuk Tuan Genta buu,” marah Alice.

“Satu lagi aku tidak akan pernah menikah dengan pria lain selain Tuan Muda Genta.” Alice pergi dengan hati tak karuan.

One thought on “Jeslyn Hilang! – Falling in The Darkness (Chapter 16)

  1. Pingback: Mawar Putih – Falling in The Darkness (Chapter 17) - Novel Fanelaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *