Anthony Dari Kerajaan Philp – Falling in The Darkness (Chapter 18)

By | March 31, 2021
Spread the love

Sementara itu di kerajaan Alexei.

“Beruntung Hana segera memanggilku!” Geram Genta.

Jeslyn hanya terdiam, tak ingin menjawab, dia takut Genta semakin marah jika ia menjawab.

“Sayang, dengarkan aku,” ucap Genta memegang bahu Jeslyn erat.

“Ingatlah Nyonya Genta, kau milikku. Hanya milikku seorang mengerti?” tanya Genta lembut.

“Iyaa iyaa aku mengerti,” jawab Jeslyn mulai mengembangkan senyumannya, berharap amarah Genta bisa berkurang.

Pastikan telah membaca chapter sebelumnya : Mawar Putih – Falling in The Darkness (Chapter 17)

“Anak pintar, aku semakin mencintaimu”. Genta ikut tersenyum, lalu mulai mendekatkan wajahnya pada wajah Jeslyn. Hembusan nafasnya mulai mengenai wajah Jeslyn.

Baiklah saat ini Jeslyn dibuat gugup. Padahal Genta sudah sering mengecup bibirnya, tapi rasanya kali ini berbeda.

Perlahan mata Genta menutup, Jeslyn mengedipkan matanya berkali-kali. Dia bingung ingin menolak tapi dorongan dalam dirinya untuk menikmati sentuhan dari pria ini lebih besar. Jeslyn kalah, perlahan ia juga ikut memejamkan matanya seperti yang Genta lakukan. Kemudian dibalasnya lumatan lembut dari pria itu dibibirnya.

Untuk pertama kalinya Jeslyn membalas ciuman Genta dengan tulus, berbeda dari biasanya dimana Jeslyn selalu menolak lalu marah. Keduanya makin larut dalam ciuman tersebut. Kedua tangan Jeslyn bahkan sudah melingkar di leher Genta.

Apa memang dia sudah jatuh cinta pada vampir tampan ini? Entahlah yang jelas Jeslyn benar-benar menikmati ciuman lembut dan memabukkan dari prianya itu.

“Aku mencintaimu” bisik Genta disela-sela ciuman mereka, lalu dia kembali mencium Jeslyn. Jeslyn yang mendengarnya tersenyum bahagia tentunya.

Perlahan dia melepaskan ciuman mereka setelah merasa Jeslyn mulai kehabisan nafas, Genta tersenyum dan mengelus pipi Jeslyn lembut. Jeslyn menatap Genta dengan wajah polos, benar-benar lucu pikir Genta.

Genta kembali mengecup bibir Jeslyn yang menggoda.

***

Ruangan Tuan Leston

“Mandley aku ingin kau mengurus segala persiapan makan malam, Putra Mahkota dari Kerajaan Philp akan datang mengunjungi kerajaan kita,” ucap Leston.

“Baik tuan,” jawab mandley menuruti permintaan Tuan.

“Apa kau sudah memanggil Genta?” tanya Tuan Leston kembali.

Mandley mengangguk.

Shett

Tak butuh waktu lama Genta sudah berdiri tepat dihadapan Leston yang tengah sibuk meminum darah hasil buruannya.

“Kenapa Ayah memanggilku hmm? Membuatku kesal saja,” kesal Genta yang baru datang.

“Aku ingin kau bersiap-siap Putra Mahkota kerajaan Philp akan tiba, kita akan membicarakan tentang kerja sama pembagian hutan Alzeir, dan ayah ingin kau yang mengatur semuanya, mulai sekarang kau harus belajar menjadi seorang pemimpin Genta.”

“Hanya itu? Baiklah itu sangat mudah untukku,” ucap Genta cuek, lalu kembali menghilang.

***

Seorang pria berjalan masuk ke istana Alexei wajahnya cukup tampan dengan baju kebesaran kerajaan Philp, diikuti beberapa pengawal dibelakangnya. Tak lupa senyum yang terus menghiasi wajah tampannya. “Selamat datang Anthony, silahkan duduk,” suruh tuan Leston ramah mempersilahkan.

Genta berdiri disamping Ayahnya ia menatap cuek vampir dihadannya itu. Alisnya bertaut, Genta seperti mengenal pria ini, tapi dimana dia pernah bertemu? Entahlah.

“Jadi bagaimana?” Leston mulai membuka suara.

Merekapun mulai membahas pembagian wilayah..

(Skip)

“Genta tunjukan kamar tamu untuk Anthony! Dia akan tinggal selama beberapa hari di sini, pembagian wilayah hutan Alzeir membutuhkan persetujuan beberapa menteri, besok pagi kita akan membahasnya di ruang rapat,” pinta tuan Leston.

“Bagaimana Anthony? Kau tak keberatan?” tanya Tuan Phiter menawarkan.

Anthony mengangguk mengiyakan, selain kerjasama pembagian wilayah ini dia juga memiliki tujuan lain, memastikan jika wanita itu adalah Jeslyn sahabat sekaligus cinta pertamanya.

“Baiklah Genta antar Anthony!” suruh Leston kembali.

“Hah? Aku bukan pengawal ataupun pelayan? Kenapa Ayah menyuruhku, minta saja Mandley mengantarnya,” kesal Genta menolak keras.

“Sopanlah sedikit kepada Anthony setidaknya dia lebih tua darimu!”

“Huffh” desis Genta.

Mau tidak mau Genta mengantar Anthony ke kamarnya.

“Ini kamarmu!”

“Terima kasih Genta.”

Genta pergi meninggalkan Anthony.

Anthony menatap punggung Genta yang semakin jauh matanya tak berkedip sekalipun.

“Rupanya kau melupakanku Genta!” gumamnya pelan.

***

Alward menghabiskan waktu di dalam kamarnya, hatinya berkecamuk semua yang diinginkannya tidak berjalan lancar, Apa sesulit ini mendapatkan Jeslyn? Apa sesakit ini mencintai seseorang yang hatinya bukan untuk kita?

Dahinya berkerut, ia lalu memandangi penjuru ruangan kamarnya, Emili? Dimana dia? Alward tak melihatnya sejak beberapa hari ini.

“Apa tuan Leston mengutusnya keluar kerajaan?” tanyanya dalam hati.

Alward segera berjalan menuju meja kerjanya dan benar saja ia menemukan gulungan kertas. Perlahan Alward membuka gulungan kertas itu.

Jika kau menemukan surat ini, itu tandanya aku telah pergi jauh meninggalkanmu Alward. Maaf karena tidak bisa terus berada di sisimu, Aku mencintaimu, namun melihatmu terus saja menyebut nama Jeslyn dan mengatakan kau sangat mencintai wanita itu membuat hatiku benar-benar terluka. Selamat tinggal, biarkan Aku pergi agar akau bisa melupakanmu. Aku harap kau berhasil mendapatkan cintamu.
Dari wanita yang Sangat Mencintaimu.
-Emili

Mimik wajah Alward tak dapat dibaca, ia sepertinya kecewa, merasa bodoh tak bisa melihat bahwa selama ini sahabatnya Emili menyimpan rasa padanya. Sesak menghampiri dada Alward, hatinya sangat sakit mengetahui Emili pergi meninggalkannya, mengingat hanya Emili satu-satunya yang mengerti dirinya.

“Maaf Emili, Kau salah karena mencintai pria sepertiku!” batinnya.

***

Sedangkan Dikerajaan Philp Nampak Tuan Phiter tengan duduk dengan Gelas berisikan darah ditangannya.

“Apa kau tau apa yang membuat putraku itu tiba-tiba tertarik dengan urusan kerajaan? Dia tak terlihat seperti Anthony yang ku kenal!” gumam Tuan Phiter terlihat menimbang-nimbang ucapannya.

“Bukannya harusnya Tuan turut senang, karena setidaknya Tuan Anthony mulai melaksanakan tugasnya sebagai Putra Mahkota kerajaan kita,” ucap Henry menatap tuannya penuh keyakinan.

Senyum lalu menghiasi wajah Phiter, tentu dia senang atas perubahan sikap anak semata wayangnya ini.

***

Ruang Rapat Kerajaan

“Dimana tuan Genta?”

“Dia sedang ada urusan,” jawab Leston sembarang karena tidak enak terhadap Anthony. Leston cukup kesal Genta rupanya membohongi dirinya.

Anthony tersenyum mendengarnya. Dia lalu meminum darah yang sudah disediakan dengan wajah tenang.

“Apakah saya boleh melihat dan mengelilingi istana nanti?” pinta Anthony, dia ingin segera menyelesaikan rencana awalnya.

Leston tersenyum lalu mengangguk. “Tentu, Mandley akan menemanimu,” jawabnya sambil melirik Mandley.

***

Jeslyn sibuk mengamati wajah Genta yang tengah melamun menatap keluar Jendela, sangat Tampan itulah yang ada dipikirkan Jeslyn saat ini, entah, dia akui sepertinya dia sudah terjatuh kedalam pesona vampir tampan itu. Baiklah, dia akan mengakuinya.

Jeslyn Adriana Kyle sudah jatuh cinta pada Genta!

Perlahan Jeslyn berjalan mendekati Genta, ia lalu memeluk Genta dari belakang. Membuat pria itu tersadar dari lamunannya.

Deg

Jantung Genta berdegub kencang pasalnya ini kali pertama Jeslyn berbuat suatu hal manis dan berperilaku manja padanya.

“Hmm, ada apa sayang?” tanya Genta lembut sambil melepaskan pelukan Jeslyn dan membalikkan tubuhnya agar bisa melihat wajah wanita cantiknya itu.

“Aku yang seharusnya bertanya, Kau kenapa, dari tadi terlihat melamun?” Jeslyn malah balik bertanya dengan wajah polos. Genta terdiam sejenak, lalu tersenyum manis.

“Apa aku tidak boleh melamun?” tanya Genta dengan senyum kecil sembari membelai rambut Jeslyn pelan.

“Tidak boleh! Aku tidak suka jika kau melamun! Karena saat kau melamun kau mengabaikan aku, jadi jangan pernah melamun lagi!”

“Oh Hahah? maafkan aku sayang, aku tidak berniat mengabaikanmu,” ucap Genta tertawa pasalnya Jeslyn sangat lucu ketika marah.

Jeslyn terdiam dengan wajah kesal.

“Wahh wanitaku ini bahkan saat marah pun dia terlihat cantik,” godanya sambil mengusap lembut kepala Jeslyn.

Dengan cepat dia mengecup bibir Jeslyn membuat Jeslyn tertegun.

“Kau tahu, sekarang aku sangat bahagia! Itu karena ternyata wanita yang sangat kucintai, mulai mencintaiku juga!”

Chu

Jeslyn kembali tertegun karena Genta kembali menciumnya. Tubuh Jeslyn terasa lemas, entah kenapa dia benar-benar menyukai ciuman Genta. Begitu lembut dan membuatnya kecanduan. Perlahan, kedua tangannya mulai melingkar dileher Genta. Matanya pun juga ikut terpejam. Begitu juga dengan Genta. Dia langsung mengeratkan pelukannya pada Jeslyn sambil melumat habis bibir tipis wanitanya itu.

Setelah beberapa detik, Genta mulai melepaskan ciuman mereka. Bermaksud untuk membiarkan dirinya dan Jeslyn mengambil oksigen sebanyak-banyaknya sebelum kembali melanjutkan adegan tadi.

“Kau milikku, Jeslyn.” itulah yang ada di pikiran Genta.

Chapter lainnya dari Novel Falling in The Darkeness dari novelvanelaa

One thought on “Anthony Dari Kerajaan Philp – Falling in The Darkness (Chapter 18)

  1. Pingback: Tentang Masa Kecil Jeslyn – Falling in The Darkness (Chapter 19)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *