Tentang Masa Kecil Jeslyn – Falling in The Darkness (Chapter 19)

By | April 3, 2021
Spread the love

Flashback beberapa Tahun yang Lalu

Seorang gadis kecil nan cantik berjalan menulusuri danau istana dengan sebuah bunga mawar putih di tangan kanannya, kakinya berhenti tempat dihadapan pria muda yang sedang duduk merangkul kakinya.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya gadis kecil itu girang.

Pria muda itu menoleh menatap gadis kecil itu. “Bukan urusanmu, pergilah!” jawab kemudian, nada ucapannya terdengar tak suka akan keberadaan gadis kecil itu.

Bukannya pergi gadis itu malah tersenyum manis pada pria tersebut membuat pria itu cukup tertegun untuk beberapa saat.

Pastikan Telah Membaca Chapter Sebelumnya : Anthony Dari Kerajaan Philp – Falling in The Darkness (Chapter 18)

Iris Mata Hazel gadis cilik tersebut membuat Alward lupa diri dalam beberapa detik, mata yang sangat indah. Alward seakan tertarik untuk terus menatap gadis kecil itu.

“Perkenalkan Namaku Jeslyn,” ucapnya tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya.

Perlahan Alward menerima uluran tangan gadis itu. “Alward,” Jawabnya singkat masih menatap Intens Jeslyn kecil.

“Apa yang kau lakukan sendiri disini?” tanya Jeslyn sekali lagi, ia penasaran.

Alward mengambil tasnya. “Sudah kubilang ini bukan urusanmu.” Alward berdiri lalu siap pergi.

“Hey tunggu dulu, jangan pergi,” tanpa ragu Jeslyn memegang tangan Alward bertujuan untuk menahannya pergi. Jeslyn benar-benar kesepian, dirinya membutuhkan teman. Genta baru saja pergi bersama Tuan Leston itulah mengapa ia butuh teman bermain.

Alward terdiam baru kali ini ada seorang gadis kecil yang berani memegang tangannya.

“Ambil bunga mawar putih ini, bunga ini akan membawa kebahagian untukmu, jangan sedih lagi, aku tidak suka melihat orang sedih hmm!” Jeslyn menyodorkan setangkai bunga mawar putih pada Alward.

Deg, Entah kenapa Jantung Alward berdegub kencang, tanpa berpikir panjang ia lalu mengambil bunga itu.

“Aku tidak sedang sedih.”

“Jangan bohong, aku melihat kesedihan di matamu,” ucap Jeslyn menabak.

Alward tersenyum sinis, lalu menatap Jeslyn datar. “Kau siapa? Dari Golongan apa? bau darahmu benar-benar berbeda?”

“Aku seorang Manusia,” ucap Jeslyn tegas.

“Manusia? Apa yang dilakukan manusia di dunia vampir, kau tak takut padaku?

“Bagaimana aku bisa takut padamu? Wajahmu tidak terlihat menakutkan sama sekali. Karena yang kulihat saat ini adalah seorang vampir muda yang sangat sedih,” jawab Jeslyn tertawa.

Tanpa sadar Alwardpun ikut tersenyum kecil, tawa gadis itu seakan menariknya lebih jauh kedalam pesona Jeslyn. Benar saja jantungnya kembali berdetak kencang melihat tawa gadia dihadapnnya, benar-bebar cantik, itulah yang ada di benaknya.

Jeslyn lalu menarik tangan Alward untuk duduk disampingnya. “Duduklah!”

Flashback End

Ingatan masa kecil terlintas di pikiran Alward, Pertemuan pertamanya dengan Jeslyn yang saat itu usianya sekitar 12 tahun gadis kecil yang membuatnya takjub dan tertarik pada wanita itu, senyum, iris mata Hazel yang sangat indah, cara wanita itu tertawa dia tak bisa melupakan setiap hal tentang wanita itu.

“Akan kurebut Jeslyn darimu Genta,” ucapnya lirih penuh penekanan.

Alward sudah kehilangan orang terdekatnya, kedua orang tua dan juga emili telah meninggalkannya. Cukup! Alward tak ingin kehilangan Jeslyn lagi sudah cukup, dia harus mendapatkan cintanya bagaimanapun juga.

***

Genta dan Jeslyn terdiam sambil saling memandang satu sama lain. Kini mereka tengah berbaring diranjang dengan dibalut selimut lembut dan cukup tebal berwarna gelap.

“Kenapa belum tidur sayang hmm?” tanya Genta sambil mengelus pipi Jeslyn lembut.

“Aku belum ngantuk, saat ini aku hanya ingin melihat wajah tampanmu,” goda Jeslyn.

Genta tertawa mendengar ucapan Jeslyn, sedari tadi Jeslyn tak henti-henti menggodanya. perlahan Genta mulai mendekatkan dirinya lalu memeluk Jeslyn sangat erat.

“Sekarang pejamkan matamu. Aku akan terus memelukmu sampai kau tidur,” ucapnya sambil membelai rambut Jeslyn.

Jeslyn mengangguk dengan wajah polos lalu mulai mejamkan matanya.

***

Keesokan harinya.

Anthony nampaknya sedang berjalan-jalan mengelilingi istana tentunya ditemani oleh Mandley.

“Apa itu disana?” tunjuk Anthony pada kumpulan bunga indah tersusun rapi.

“Itu? Itu adalah taman istana bagian Timur, dan tak jauh dari taman itu  adalah kamar tuan Genta,” Jelas Mandley menerangkan.

Anthony mengangguk paham, seakan tertarik Anthony mulai berjalan kearah taman itu, diikuti Mandley di belakangnya.

Deg

Jantung Anthony terhentak pasalnya ada banyak bunga mawar putih, bunga yang selalu mengingatkannya pada cinta pertamanya, siapa lagi kalau bukan Jeslyn.

“Bukankah bunga ini hanya ada di dunia manusia! Genta pasti sangat menyukai bunga ini bukan, sehingga dia membawanya ke dunia ini!” tebak Anthony.

“Tidak tuan, bukan Tuan Genta, tapi wanitanya lah yang sangat menyukai bunga mawar ini.”

“Apa wanitanya seorang manusia?” Anthony melancarkan aksinya, sengaja berharap pengawal ini akan menjawab pertanyaan dengan jawaban yang sangat dia harapkan.

Mandley cukup shock mendengar pertanyaan Anthony, ia menunduk lebih memilih diam.

Dari ekspresi wajah mandley ia dapat mengambil kesimpulan bahwa jawabannya benar.

“Apa dia bernama Jeslyn Adriana Kyle?” tanya Anthony kembali.

Mandley kemudian menatap pria dihadapannya, nama panjang Jeslyn hanya diketahui oleh beberapa vampir inti kerajaan ini. “Bagaimana anda bisa mengetahui nama panjang nona Jeslyn?”

Anthony tersenyum puas, akhirnya!

CKLIK!

Anthony dan Mandley segera menoleh ke arah pintu kamar dan kini dari balik pintu itu, seorang wanita cantik dengan gaun hitam keluar dari kamar.

“Dimana Genta?” Gumam wanita itu pelan.

“Selamat pagi Nyonya, apakah anda sedang mencari Tuan Genta? Saat ini Tuan Genta berada di ruangan Tuan Leston,” sapa Mandley tersenyum ramah.

Anthony kembali tersenyum saat melihat wanita itu. Jantungnya berdegup kencang. Wanita itu, Wanita manusia yang selama ini dia rindukan, Cinta pertama Anthony!

5 tahun yang lalu.

Flashback

“Awas,” teriaknya sambil menarik tangan seorang wanita yang hampir tertabrak mobil. Dua makhluk itu terjatuh ke badan jalan dengan posisi sang wanita berada diatas sang pria.

Hening, keduanya terhanyut dalam pikiran masing-masing. Setelah beberapa menit wanita itu tersadar dan segera beranjak menjauh dari pria itu,

“Terima kasih sudah menolongku,” ucap wanita itu tersenyum, pandangannya kemudian beralih ke lengan pria tersebut. Matanya membulat sempurnah menatap aliran darah yang menetes. “Hah liat sikumu berdarah,” teriak wanita itu histeris, ia lalu mengambil tisu dan plaster luka dari dalam tasnya.

“Tidak perlu ini hanya luka kecil!”

“Tolong dengarkan aku, hanya sebentar, luka itu disebabkan karena kau menolongku, jadi biarkan aku mengobatinya,” pinta wanita itu kemudian menarik tangan Anthony, lalu segera mengobati tangan pria itu.

Anthony tertegun melihat wanita dihadapannya ini, sangat cantik dan baik hati pikirnya.

“Sudah selesai sekali lagi maafkan aku, kau terluka karena aku!” ucap wanita itu.

“Lain kali kau harus hati-hati.”

“Astaga aku terlambat, aku harus pergi, terima kasih,” ucapnya tersenyum lalu berjalan pergi.

Anthony terus memerhatikannya, hingga gadis itu menghilang dari pandangannya.

Di sekolah

“Wah apa dia murid pindahan!”

“cantik sekali dia.”

Jeslyn berjalan kekelasnya mengikuti guru di depannya, hari itu hari pertamanya masuk ke Amston Junior high school dia adalah murid pindahan.

“Perkenalkan namaku Jeslyn Adriana Kylen, senang bertemu kalian,” ucapnya menyapa 1 kelas.

Deg

Anthony tertegun, itukan wanita yang dia tolong tadi. Mata mereka bertemu, Jeslyn tersenyum lembut ke arahnya Anthony.

Sejak hari itu, mereka semakin dekat, dan menjadi sahabat. Anthony memendam rasa kepada Jeslyn namun tak berani mengungkapkan takut, takut Jeslyn yang cantik menolaknya.

Selain itu dia takut Jeslyn mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya.

Flashback End

Anthony berlari menghampiri lalu langsung memeluk Jeslyn erat.

“Aku merindukanmu, itulah mengapa ketika kita bertemu untuk pertama kalinya di dunia vampir ini aku begitu tertarik untuk menolangmu, rupanya kau benar-benar Jeslyn, Jeslynku,” bisiknya Anthony dengan mata berkaca-kaca.

Jeslyn yang diperlakukan seperti itu tentu kaget, ia berusaha melepaskan pelukan pria ini, bisa gawat jika Genta melihatnya dan salah paham.

Sementara Mandley menatap bingung tingkah Anthony.

“lepaskan aku Tuan, aku tidak mengenalmu!” marah Jeslyn berusaha melepaskan pria itu.

Namun nihil usahanya sia-sia Anthony terlalu kuat.

“Apa maksudnya ini? Siapa pria yang tengah memeluknya saat ini?” pikir Jeslyn heran.

Note: Di website ini kami juga memiliki Kuis pengetahuan umum dan kuis kpop yang menguji pengetahuanmu

Chapter lainnya

One thought on “Tentang Masa Kecil Jeslyn – Falling in The Darkness (Chapter 19)

  1. Pingback: Genta Cemburu! – Falling in The Darkness (Chapter 20) - Novel Fanelaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *