Apakah Anthony Jahat? – Falling in The Darkness (Chapter 21)

By | April 7, 2021
Spread the love

Genta dan Jeslyn berjalan memasuki istana dengan beberapa pengawal dibelakangnya, mereka baru saja kembali dari akademik menyelesaikan kelas sejarah untuk Genta. Mimik wajah Jeslyn seketika berubah, dapat dilihat kesedihan di raut wajah cantiknya. Nampaknya sesuatu sedang mengganggu pikirannya. “Aku rindu sekolah, rindu Arlen, rindu belajar diperpus, rindu semuanya!” gumam Jeslyn dengan nada suara yang sangat pelan.

Genta yang masih bisa mendengar ucapan Jeslyn menghentikan langkahnya sejenak, lalu berbalik menghadap wanitanya. “Sabarlah sayang, aku akan segera membawamu berjalan-jalan ke bumi ketika semuanya sudah aman,” jelas Genta lalu mengusap pelan pucuk kepala Jeslyn.

Pastikan telah membaca chapter sebelumnya : Genta Cemburu! – Falling in The Darkness (Chapter 20)

Jeslyn mengangguk lalu tersenyum senang.

“Hmm, tapi Aku heran kenapa kau masih harus sekolah, apa kau tidak lelah belajar?” tanya Jeslyn membuka keheningan setelah mereka terdiam beberapa saat.

Genta tersenyum lalu kembali membelai lembut rambut Jeslyn. “Sayang sudah kukatakan dulu aku ini adalah seorang pewaris kerajaan, dan seorang pewaris haruslah memiliki pengetahuan yang luas. Lagipula aku ini masih golongan vampir muda,” jelas Genta panjang lebar.

Jeslyn mengangguk paham, terlintas pikiran jahilnya, dia akan menggoda vampir dihadapannya ini, hanya sekali kok.

“Vampir muda katamu? Bukankah perbedaan waktu dunia manusia dan dunia vampir berbeda?, maka bisa kupastikan usiamu pasti sudah sangat tua, jadi harusnya kau dipanggil vampir tua, hahah,” ejek Jeslyn kemudian tawanya meledak.

“Kau memaki vampir setampanku tua?… kau sungguh jahat, tega sekali!” oceh Genta tak terima dipanggil tua oleh Jeslyn, Genta memanyunkan bibirnya saat ini dia terlihat seperti anak kecil yang sedang kesal.

“Itu faktanya Genta, kau itu sudah tuaa..TUAA. Vampir Tuaaa,” ejek Jeslyn kembali tertawa.

“Jeslyn, kau benar-benar minta dihukum ya…” ancam Genta.

Tanpa mendengarkan ucapan Genta, Jelsyn malah semakin asik menggoda Genta. “Blee….Coba saja vampir tua kalau kau berani.” tantang jeslyn.

Chuup

Tiba-tiba Genta mencium bibir Jeslyn cepat ia lalu tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Jeslyn yang dicium mendadak itu langsung menatap tajam Genta, wajahnya memerah menahan malu sadar saat melihat beberapa pelayan tengah memperhatikan perilaku dirinya dan Genta.

“Yak, apa yang kau lakukan, ini di halaman istana, apa kau tidak malu?” tanya Jeslyn jengkel, ia memukul pelan lengan Genta.

Genta kembali tersenyum melihat ekspresi malu diwajah Jeslyn, Genta sengaja membalas Jeslyn yang beberapa saat lalu menggodanya. Bukankah mereka impas?

“Kenapa harus malu? Aku bahkan ingin semua orang di istana ini tau bahwa Jeslyn itu milik Genta, itu saja.”

“Huh, dasar vampir tua!” lanjut Jeslyn jengkel.

“Berhenti mengataiku vampir tua Jeslyn!” teriak Genta.

“Tidak akan, kau memang vampir tua mesum!!” ejek Jeslyn sekali lagi.

“Baiklah sepertinya kau memang minta di hukum lagi rupanya..”

Jeslyn membulatkan matanya, dia tau hukuman apa yang akan diberikan Genta padanya, Ok dia akan melarikan diri.

Jeslyn berlari menjauh dari Genta. “Tangkap aku kalo bisa, blee,” ucapnya mengejek lalu kembali berlari semakin jauh dari Genta.

“Yahh, kau menantangku? baiklah melarikan dirilah sejauh mungkin sayang, karena jika kau kutangkap akan kuberi hukuman yang lebih!” teriak Genta mulai berlari mengejar Jeslyn.

Sebenarnya Genta dapat menangkap Jeslyn dengan mudah, namun, Genta ingin merasakan bagaimana indahnya bermain kejar-kejaran dengan wanita yang sangat dicintainya.

Jeslyn terus berlari dan sesekali  berbalik kebelakang menatap Genta yang berada jauh di belakangnya. Dia tertawa senang hingga tak menyadari ada sebuah patung besi yang membuatnya hampir terjatuh.

Dap,

Namun untung saja seorang pria dengan sigap menangkap dirinya sehingga dia tidak terjatuh kelantai melainkan jatuh kedalam pelukan pria itu. Huff hampir saja.

“Terima ka..”

Deg,

Ucapan Jeslyn terpotong, ia kaget saat menyadari siapa pria yang menolongnya itu. “A..alward…” ucapnya kecil. Sedangkan Alward hanya tersenyum lembut padanya. Alward rupanya menikmati posisi mereka.

Sementara Genta yang melihatnya menatap tajam keduanya. wajahnya tak tersiratkan, nafasnya terdengar tak beraturan, dia sangat tidak menyukai situasi ini melihat alward merangkul wanitanya sungguh membuat Genta terbakar api cemburu. Dia benar-benar tak menyukai pemandangan yang ada dihadapannya ini.

“Yakk Alwardd jauhkan tanganmu dari wanitaku brengsek!!” teriak Genta marah segera menghampiri mereka berdua.

Alward terjungkal ketika Genta dengan kasarnya langsung melepas paksa pelukannya pada Jeslyn dan mendorongnya menjauh.

Jeslyn meringis kesakitan, lalu menatap Genta yang kini memegang kuat pergelangan tangannya.

“Apa yang kau lakukan? Dia mencoba menolongku, harusnya aku berterima kasih,” tegur Jeslyn pada Genta, Jeslyn benar-benar sangat membenci sifat cemburu Genta yang terlalu berlebihan menurutnya.

Nafas Genta terdengar tidak teratur. Dia tidak menjawab, namun malah menatap tajam wanita itu dengan iris matanya yang telah berubah merah.

“Berhenti membelanya!” bentak Genta dengan nada cukup tinggi, membuat para pelayan mengalihkan pandangannya ke arah mereka bertiga.

Jeslyn menghela nafas tak percaya akan sikap kasar Genta.

“Kenapa kau begini? Bersyukurlah ada Alward yang menolongku, jika tidak aku mungkin..!”

“Sudah kukatakan berhenti membelanya Jeslynn!” bentaknya kembali memotong ucapan Jeslyn.

“Kuharap kau tidak terlalu kasar pada Jeslyn, dia terlihat ketakutan.”  Alward menatap sinis Genta. Dia sangat tidak menyukai jika seseorang membentak wanita yang sangat dicintainya.

“Kau mau mati Hah? Berhenti ikut campur atau aku akan membunuhmu!”

“Hentikan Genta Kau terlalu berlebihan! Saat ini kau terlihat seperti Monster! Cemburumu itu tidak masuk akal,” teriak Jeslyn mulai menyudutkan Genta.

Rahang Genta mengeras mendengar kalimat yang dilontarkan Jeslyn.

“Monster? Yah aku memang monster, sudah kukatakan Akuu tidak bisa melihatmu dekat dengan pria lain, itu menyakitiku Jeslyn! Apa kau tidak paham!” jawab Genta mulai terbawa emosi.

Jeslyn terdiam sadar bahwa kalimat yang diucapkannya memang terlalu kasar, ia perlahan mendekati Genta lalu memeluk vampir itu berharap emosinya reda.

“Kumohon redahkan amarahmu, Maafkan aku, aku sangat mencintaimu,” bujuk Jeslyn pelan.

Sementara Alward yang sedari tadi memperhatikan mereka terdiam menandakan bahwa saat ini dia sangat cemburu melihat kemesraan yang ada dihadapannya.

“Genta…. tunggu saja pembalasanku, akan kurebut Jeslyn darimu,” batinnya.

***

Seorang Pria yang terus menyaksikan pertengkaran antara Genta, Alward, dan Jeslyn. Senyum terukir di wajah tampannya.

“Wah Apa ini cinta segi empat?” tanyanya pada dirinya sendiri.

Sebuah ide terlintas dipikirannya. “Kemas barangku kita akan segera kembali ke kerajaan, aku akan mulai menyusun rencana!”

Seorang pengawal yang telah berdiri di belakangnya mengangguk paham, “Baik Tuan!” tunduknya patuh dan segera pergi.

“Aku butuh bantuan orang lain untuk mendapatkan cintaku!” batin pria itu kembali.

***

Hening

Genta dan jeslyn sama-sama terdiam sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Sayang. ..” panggil Jeslyn berani membuka suara.

Genta tak menjawab.

Jeslyn terdiam. Ada perasaan bersalah karena terlalu kasar pada Genta tadi. Namun Perlahan tapi pasti, dia mulai mendekati Genta dan kembali memeluknya erat membuat vampir tampan itu terperanjat.

“Maafkan Aku, karena aku terlalu kasar tadi, hmm” bisik Jeslyn pelan sambil mengeratkan pelukannya.

Hening. Masih tak ada respon dari Genta.

“Sayang… wanita cantikmu ini sedang minta maaf padamu, apakah pantas kau mengabaikannya?”  mohon Jeslyn kembali.

Genta masih diam.

Jeslyn menghela nafas, tubuhnya mulai menegang. Ada perasaan tidak nyaman saat prianya bersikap cuek seperti ini, perlahan air matanya jatuh.

“Hikss..hikss…Ma..maafkan aku karena terlalu kasar pa..padamu, kumohon jangan abaikan aku,” ucap Jeslyn mulai menangis di pelukan Genta.

Genta sadar lalu melepaskan pelukan Jeslyn, dia tidak suka melihat wanita cantiknya itu mengeluarkan air mata. Tangan kekar Genta membelai penuh kasih sayang pucuk kepala Jeslyn yang masih tertunduk itu.

“Kenapa menangis hmm? Aku tidak marah padamu sayang, jadi jangan menangis,” ucapnya lembut sambil menghapus air mata Jeslyn.

“Ta..tapi kau me.mengabaikanku tadi!”

“Maafkan aku Sayang, diam adalah caraku untuk meredahkan emosiku, jadi kumohon berhentilah menangis.” bujuk Genta lalu mencium pundak tangan Jeslyn kemudian beralih ke kening Jeslyn.

***

“Bersiaplah Jeslyn, Anthony akan segera kembali ke kerajaannya, tidakkah kau memberinya salam perpisahan?” tawar Genta.

Jeslyn mengembangkan senyumnya “Kau serius mengijinkanku bertemu dengannya?” tanya Jeslyn memastikan.

Genta mengangguk, “Tapi ingat kau tidak boleh dekat-dekat dengannya, aku cemburu Jeslyn, dan kau tau itu bukan!”

“Aku tau, aku hanya mencintaimu Tuan Genta!” ucap Jeslyn menggoda.

Di Halaman Istana

Anthony menatap Jeslyn lembut, dan perlahan berjalan mendekati wanita cantik ituu.

“Aku merindukanmu, sangat merindukanmu,” ucap Anthony sedih.

Jeslyn tersenyum. “Begitu pula aku, kau sahabat pertamaku saat memasuki Junior High School, kau adalah orang yang paling mengerti aku, taukah kamu aku terus mencari keberadaanmu setelah kau tiba-tiba hilang tanpa kabar,” perlahan air mata Jeslyn mengalir, mengingat Anthony adalah orang yang paling mengerti dirinya saat kedua orang tuanya meninggal, pria ini terus memberinya semangat untuk menjalani hidup.

Mendengar ucapan Jeslyn, Anthony memegang jari-jemari Jeslyn lalu menciumnya. “Tunggu aku Jeslyn, aku akan segera menjemputmu dan kita akan hidup bahagia,” batin Anthony dengan tekad yang kuat.

Jangan lupa memberi Komentar:)

One thought on “Apakah Anthony Jahat? – Falling in The Darkness (Chapter 21)

  1. Pingback: Pesta Ulang Tahun Genta – Falling in The Darkness (Chapter 22) - Novel Fanelaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *