Extra Part 1 – Falling in The Darkness (Chapter 35)

By | June 12, 2021
Spread the love

Jeslyn duduk, dengan baju pengantin yang masih dikenakannya, perasaannya gugup seketika melihat Genta berjalan masuk ke kamar pengantin mereka.

Tampak wajah bahagia dari kedua pasangan pengantin baru ini.

“Aku akan mandi terlebih dahulu, badanku terasa lengket!” keluh Jeslyn berusaha mengendalikan suasana.

“Mau aku temani?” goda Genta polos lalu mendekat ke arah Jeslyn.

“Tidak perlu Tuan Genta, aku bisa mandi sendiri,” tolak Jeslyn, lalu mendorong prianya menjauh.

“Baiklah, aku akan menunggumu Nyonya Genta, jadi jangan lama!” ucap Genta mengedipkan satu matanya, ucapannya terdengar sangat menggoda.

Jeslyn menghentikan langkahnya, lalu berbalik. “Menunggu apa?” tanyanya bingung.

“Menunggu untuk melaksanakan malam pertama kita, aku sudah tidak sabar,” goda Genta kembali.

“Yak kau vampir m*s*m!” ucap Jeslyn terlihat jelas semburat merah pada pipinya, ia langsung berlari ke kamar mandi dan segera menutup pintunya.

kelakuan Jeslyn membuat Genta tersenyum geli, ketika Jeslyn malu dia akan terlihat sangat lucu menurutnya.

beberapa saat kemudian.

cleck…

Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Jeslyn yang masih menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya, jangan lupa rambut basah yang tergerai, membuat siapa saja yang melihatnya akan langsung t*rgoda:).

Genta perlahan mendekati Jeslyn yang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah.

Deg…

“Aku akan melakukannya selembut mungkin, jadi ayo kita mulai!”

“Tapi aku belum siap, Genta!”

Genta pun mendekatkan wajahnya, semakin dekat kearah wajah jeslyn dan..

Chu…

(SKIIPPPPPPPPPP MALAM PERTAMANYA)

***

Jeslyn mengerjapkan kedua matanya. Sedikit menggerakan anggota tubuhnya. Namun, terasa begitu lelah dan seakan seluruh tubuhnya akan remuk.

Jeslyn memperhatikan sebuah lengan yang melingkar sempurna disekitar pinggangnya. Lalu, mengarahkan kepalanya kearah sampingnya.

Kedua sudut bibirnya terangkat mendapati sosok pria yang sangat dicintainya. Genta Alexei. dia tersenyum geli mengingat kejadian semalam.

Jeslyn terus menatap wajah tampan Genta pada setiap incinya, satu kata yang keluar dari mulut Jeslyn Sempurna, prianya ini sangat sempurna.

Senyum kembali terukir pada bibir Jeslyn, Beruntung sekali dirinya karna sudah memiliki seorang Genta, yang sangat mencintainya dan rela melakukan apapun deminya, tentu saja dia wanita yang sangat beruntung bukan?.

“Berhenti menatap wajah tampanku Nyonya Jeslyn!” ucap Genta tiba-tiba membuat Jeslyn kaget.

“Good Morning Sayang, kukira kau tidur,” kata Jeslyn malu.

“Vampir tidak tidur sayang!”

“Tapi Aku seorang vampir, kenapa aku tertidur!” tanya Jeslyn heran.

“Kau vampir baru sayang, hanya saja kau belum terbiasa!”

Jeslyn mengangguk mendengarkan ucapan Genta.

Jeslyn melepaskan pelukan Genta dipinggangnya lalu berusaha bangun, namun tangan Genta menahannya.

“Kau mau kemana?” Tanya Genta!

“Aku ingin mandi, tubuhku terasa sangat lengket!”

Drap…

Genta menarik Jeslyn kembali ke dalam pelukannya. “Yak, Genta apa yang kau lakukan?” gerutu Jeslyn.

“Aku masih ingin memelukmu.”

***

“Selamat Pagi Tuan Muda!” Sapa Juno tersenyum.

Genta menatap Juno ikut pula tersenyum

“Anda terlihat senang sekali tuan. Pasti anda sangat bahagia akhirnya bisa bersama dengan nona Jeslyn”

Genta kembali tersenyum kecil, wajahnya nampak berseri mendengar ucapan Juno.

“Lantas, untuk apa aku bersedih? aku sudah mendapatkan Jeslyn, tidak ada alasan untukku bersedih sekarang!”

“Saya tau itu Tuan” ucap Juno terkekeh.

***

Jeslyn memandangi indahnya kota Alexei dari kastil Istana . Senyuman terukir jelas pada bibirnya .

Deg..

Tubuh Jeslyn menegang ketika dirinya merasakan sepasang tangan melingkar sempurna di pinggang rampingnya . Awalnya memang kaget tapi sedetik berikutnya Jeslyn kembali mengembangkan senyumnya sadar itu perlakuan sang Suami tercinta.

“Kau sedang apa disini, aku mencarimu ? “

“Aku sangat bosan dikamar, jadi aku berjalan-jalan“

“Kau membuatku Khawatir nyonya Genta”

Genta lalu menyandarkan dagunya di lekukan leher Jeslyn dan menghembuskan nafasnya disana. Membuat Jeslyn menegang karenanya.

“Kau sangat cantik nyonya Genta“ godanya kembali.

“Aku tau itu Genta! “ jawab Jeslyn dengan pedenya.

Genta memutarbalikan tubuh Jeslyn sehingga mereka menjadi berhadapan.

“Aku mencitaimu Jeslyn, jadi jangan pernah pergi lagi dariku,“ ucap Genta dibalas Anggukan oleh Jeslyn.

Genta tersenyum lalu perlahan menc*um bibir Jeslyn lembut, sangat lembut.

***

Tuan Leston duduk disinggah sananya, membolak-balikkan kertas yang berada di atas meja kerjanya, sesekali terlihat senyuman terukir diwajahnya.

“Aku sangat bahagia, melihat Genta bahagia!” gumamnya pelan.

“iya Tuan!”

“Tidak adalagi bentakan kasar, makian, yang terus terucap dari mulutnya, yang kulihat sekarang Genta yang akan menjadi calon raja yang baik untuk rakyatnya!”

“Itu pasti Tuan, keberadaan Nyonya Jeslyn sangat mempengaruhi Tuan Muda Genta!” ucap Mandley.

“Aku harap mereka selalu bahagia!”

***

Bebeerapa hari kemudian

Jeslyn menatap makananya enggan. Akhir – akhir ini ia cepat sekali kelelahan dan pusing . Entahlah mungkin ia kelelahan atau banyak fikiran . Namun lamunannya buyar ketika Genta datang dan menghampirinya.

“Kenapa makanannya tidak dimakan sayang? “

“Aku tidak butuh makanan, aku hanya ingin meminum darahmu! Apa boleh?” pinta Jeslyn polos.

“Sayang, tubuhmu masih membutuhkan makanan, kau vampir baru!” ucap Genta memohon.

Jeslyn menggeleng pelan. “Tidak mau, aku membutuhkan darahmu, darahmu sangat manis, dan aku suka itu,“ manja Jeslyn pada Genta.

“Baiklah, aku akan memberikan darahku, tapi dengan syarat, setelah meminum darahku kau harus memakan makanan ini!” Jeslyn mengangguk mendengar ucapan Suaminya.

Genta duduk dikasur lalu mensejajarkan dirinya dengan Jeslyn.

Belum sempat Jeslyn menghisap darah Genta, rasa mual datang menghampirinya, membuatnya segera berlari ke kamar mandi .

Genta yang melihat itu tentu saja panik dan segera menyusul Jeslyn menuju kamar mandi.

“Hueekk .. hueekkk,“      

Genta memandang sendu jeslyn, ada perasaan panik pada dirinya.

“Ada apa sayang, apa ada yang sakit?“

Jeslyn menggeleng lemas , lalu berjalan menghampir Genta, namun belum sempat 2 langkah tubuh Jeslyn melemas begitu saja . Untungnya Genta berhasil menangkap tubuh gadis itu dengan cekatan dan membawanya menuju kamar.

“Junoo, panggil tabib sekarang,” teriak Genta, semakin panik.

***

Genta dan Jeslyn yang baru sadar menatap penasaran Tabib yang ada di hadapan mereka ini. Genta sungguh khawatir.

“ Se..selamat, Tuan muda. Nyonya Jeslyn tengah mengandung,” sorak Tabib turut berbahagia.

Deg..

Senyum terukir jelas diwajah Genta, sunggu dia amat bahagia, ini berita yang sangat ditunggu-tunggunya. Namun, berbeda dengan Jeslyn Ada perasaan bahagia sekaligus takut pada diri Jeslyn, dia takut tidak bisa menjaga calon bayinya seperti kejadian beberapa tahun yang lalu, ada rasa trauma.

Genta menatap Jeslyn, terlihat jelas ekspresi ke khawatiran pada wanitanya ini.

“Tu..tuan Muda Ge..genta,” panggil Tabib takut.

“Ada apa? “

“Ada yang ingin kuberitahukan pada Tuan! “

Genta memandang Jeslyn sekilas , wanitanya itu masih berdiam diri.

Genta menganggukan kepalanya dan berjalan mendahului Tabib tersebut.

“Ada apa?“

“Ma..maafkan saya Tuan, dari yang saya lihat tubuh Nyonya Jeslyn yang notabenya merupakan vampir baru, akan sangat kesuliatan jika nanti perutnya membesar. berbeda dengan kehamilan Nyonya sebelumnya, kehamilannya saat ini akan cukup berbahaya.”

“Maksudmu? “ kening Genta mengkerut tanda tidak paham.

“Tuan Genta harus bisa menjaga Nyonya Jeslyn dengan baik aku harap kebutuhan Nyonya Jeslyn semuanya terpenuhi“

“Ya itu sudah pasti kulakukan,“

***

Mata Genta kembali terarah kepada Jeslyn yang tengah menatap kosong lurus kedepan .

“Ada apa sayang, apa yang mengganggu pikiranmu? “tanya Genta secara tiba – tiba.

“Aku takut, aku tidak bisa melindungi bayi kita, dulu karena kecerobohanku kita kehilangan bayi kita, hiks!” jawab Jeslyn air matanya mulai menetes.

Genta memeluk Jeslyn lembut menenggelamkan wajah wanitanya kedalam dada bidangnya. mengingat kejadiaan itu membuah hatinya sakit.

“Jangan takut, aku akan melindungi bayi kita, tidak akan kubiarkan orang lain menyakitimu dan bayi kita,sayang, jadi tenanglah!”

Jeslyn masih setia mengeluarkan air matanya, Tanpa berfikir panjang Genta segera menc*um bibir pink wanitanya. berharap rasa khawatir Jeslyn perlahan menghilang .

Genta menc*um bibir Jeslyn dengan lembut. Berusaha menenangkan wanitanya ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.