(Chapter 3) – You Are Mine

By | July 10, 2022
Spread the love

Happy ReadingšŸ˜˜

***

Anastasya menatap pantulan dirinya dicermin, kepalanya sudah dipenuhi dengan ucapan pria tadi, sungguh pikiran dan hatinya dilanda rasa khawatir.

Mafia? Mengerikan sekali.

Bagaimana kalau pria itu menjualnya? Bahkan menyimpannya di tempat Prostitusi? Atau yang lebih parah menjadikannya pengedar Narkoba? Itu semua terlalu mengerikan untuk dibayangkan.

Ana menggeleng cepat, berusaha menghilangkan pikira negatif yang menghantuinya sejak tadi. “Tidak, aku tidak mau,” batinnya, perlahan air matanya menetes.

“Hikss.. mama, aku merindukanmu! Aku butuh Mama untuk memelukku, Aku sangat takut, Ma!” tangis Ana semakin pecah.

5 Tahun yang Lalu Ana kehilangan Mamanya, ketika Mamanya jatuh sakit semuanya tampak sangat berubah perusahaan papa yang bangkrut, rumah yang harus dijual dan jangan lupa papa yang harus mengutang sana sini. Seakan takdir baik tidak pernah berpihak padanya dan pada kedua orang tuanya.

Mengapa beban seperti ini menghampirinya, semuanya terlalu berat dan Ana tak sanggup menahannya.

***

“Alex sampai kapan kau akan seperti ini, umurmu sudah menginjak 23 Tahun, Apa perlu kakek yang mencarikan wanita untukmu!” ucap kakek disela-sela makan malamnya bersama cucu kesayangannya itu.

Alex mendengus kasar, tentu muak dengan ucapan Kakeknya, sungguh dia bosan dengan kalimat itu.

“Tidak usah Kek, aku sudah menemukan wanitaku! jadi berhenti mengkhawatirkanku,” tegasnya kemudian berusah meyakinkan sang kakek.

Pria tua itu menghentikan gerakan tangannya, tatapannya beralih menatap cucu semata wayangnya itu, berita yang cukup membuatnya senang. “Benarkah, aku ingin kau memperkenalkannya pada kakek sesegera mungkin!” Senyum kemudian menghiasi wajah kakeknya.

“Tentu saja, secepatnya aku akan membawanya ke hadapan kakek!” ucap Alex.

“Ingat kali ini jangan bihongi kakek lagi!” Ancam sang kakek.

***

Club

Suara Dentuman musik keras menggema di salah satu Club malam. Alex dan kedua Sahabatnya sedang duduk menikmati minuman dihadapannya.

“Alex, ada kabar baik untukmu!” Ucap Dev heboh.

Alex menaikkan alisnya tanda tidak paham akan ucapan Dev.

“Anastasya Grace, aku menemukannya!” ucap Dev dengan percaya diri.

“Kau terlambat, aku sudah menemukannya lebih dulu!”

Dev cemberut usahanya sia-sia, dia meruntuki kebodohannya karena baru tau wanita itu ternyata putri dari Roby, hahah lucu sekali kalau menyadari kedua orang yang dicari Alex selama ini merupakan Ayah dan anak.

“Jadi mau kau apakan wanita itu Lex?” tanya Jhon juga.

“Sudah pasti membuatnya menjadi milikku, kalian tau aku sudah mencarinya sejak lama!” yakin Alex menyeringai.

“Apa yang menarik dari wanita itu Lex? Apa kecantikannya sebanding dengan Gigi Hadid atau Selena Gomez?” canda Dev tertawa mengejek.

“Dia tak ada tandingannya!” Alex terus membanggakan wanitanya.

Lintasan ingatan wajah Anastasya kembali memenuhi kepala Alex, sungguh gadis itu sangat cantik dan mempesona.

“Sudah, sudah. Aku punya bisnis yang menggiurkan, Mr. Roland ingin bertemu denganmu Alex dia ingin menyewa beberapa wanita di club ini! upanya sangat menggiurkan,” seru Jhon mengalihkan pembicaraan, membuyarkan lamunan Alex.

Seakan tak peduli, Alex meneguk wine yang sejak tadi berada di genggamannya. “Terserah kau Jhon, aku mempercayakannya pada kalian berdua. Kalian dapat mengambil semua keuntungannya, karena ada yang lebih penting yang harus aku urus,” tolak Alex, hal yang tentu membuat kedua sahabatnya bersorak.

“Pasti ini tentang Anastasya! Aku semakin penasaran wanita itu,” tebak dev.

“Wah, Anastasya benar-benar sesuatu yang Wow! dia dapat mengubah Alex kita ini menjadi pria yang tak peduli dengan bisnis mafia kita,” sambung Jhon terkekeh.

Tak berniat menjawab, Alex hanya tersenyum.

Dap

Sebuah tangan tiba-tiba melingkar di perut Alex, gayanya telihat seperti memeluk Alex dari arah belakang.

“Hy Alex… aku sungguh merindukanmu!” ucap wanita itu histeris.

Alex menghembuskan nafas kasar lalu melepaskan tangan wanita itu darinya, dia tau wanita itu tentu Tania, tidak ada wanita yang berani memperlakukannya seperti itu kecuali Tania, teman dekat Alex semasa kuliah.

“Wah Tania, sudah lama tidak berjumpa!” sapa Dev mengedipkan salah satu matanya ke arah wanita itu, berniat menggoda.

Wanita itu Tania, menatap tajam ke arah Dev lalu kembali memeluk Alex.

“Alex aku merindukanmu!”

“Sangat merindukan permainanmu, Apa kau juga merindukanku!” lanjut Tania kembali menggoda.

“Dasar Bicth,” batin Alex tak suka.

“Aku tidak merindukanmu sama sekali, memikirkanmu saja tidak pernah,” Desis Alex malas.

Perkataan Alex benar-benar membuat Tania kecewa, bisa-bisanya pria ini berkata seperti itu padanya.

let’s play tonight! I really miss your touch, Alex,” Ajak Tania terdengar cukup vulgar, ia kembali berusaha menggoda pria tampan itu.

“Sayangnya aku tidak ingin bermain denganmu, kau membosankan!”

Damn

Tania menggigit bibirnya, malu sungguh malu dia. Kalimat yang dilontarkan Alex terlalu kasar.

“Jangan bersedih Tania, aku siap menemanimu malam ini, dan harus kau tau aku lebih handal dari pada Alex,” goda Dev terkekeh.

Mendengar ucapan Dev, Tania kembali menatap tajam Dev seakan ingin menerkamnya. “Kau mau mati?”

Tania kembali menatap Alex.

“Alex kenapa kau jahat sekali, ucapanmu menyakitiku!” ucap Tania manja namun masih terdengar nada sedih.

Alex kembali meneguk minumannya tanpa memperdulian ucapan Tania, dia berdiri lalu berjalan pergi meninggalkan John, Dev, dan Tania.

“Kau mau kemana?” teriak Tania.

“Bukan Urusanmu!”

Tania menatap Kepergian Alex, alasan dia ke Club ini hanya untuk bertemu Alex dan tentunya bermain dengannya, tapi mengapa dia malah pergi meninggalkannya seperti ini. Menurutnya sikap Alex berubah biasanya dia tidak akan sekasar ini padanya.

“Dia mau kemana?” tanya Tania Pada kedua Sahabat Alex .

“Mungkin bertemu Anastasya!” ucap Jhon, memandang lekat Tania.

“Anastasya?”

Dev mengangguk membenarkan.

“Cinta Pertama Alex, dia sudah menemukannya!”

Kalimat yang cukup membuat Tania kaget, Pantas saja Alex memperlakukannya seperti ini, rupanya karena dia mempunyai mainan baru.

“Tidak akan kubiarkan!” gumam Tania.

Jhon perlahan mendekati Tania, “Apa kau tak merindukanku?” tanyanya, membuyarkan lamunan Tania.

“Jangan Khawatir Jhon, aku juga sangat merindukanmu! kau pria yang paling mengerti aku,” balasnya.

###

Author Up lagi dong, hehehe. lagi gaada kerjaan soalnya. Jadi jangan lupa coment.

Leave a Reply

Your email address will not be published.