(Chapter 8) – You Are Mine

By | July 17, 2022
Spread the love

Happy Reading

_____

Wanita tersebut masih membeku di tempatnya sudah 2 menit dia berdiri tanpa melakukan apapun. Wajahnya menunduk mata menatap lurus kelantai, dia tidak sanggup untuk melihat wajah pria dihadapnnya ini.

Flashback

Clek

Ana membuka pintu kamarnya takut, takut bertemu pria itu, takut pria itu akan bersikap kasar dan memarahinya lagi, pikirannya di penuhi ketakutan jika harus berhadapan dengan pria jahat itu.

“Nona makanan sudah siap, Tuan Alex sudah menunggumu di meja makan! dia akan marah jika nona tidak segera kesana,” ajak seorang pelayan yang berdiri dihadapannya, bukannya membalas ucapan pelayan itu Ana malah melirik ke kiri dan ke kanan keningnya berkerut tak mendapati keberadaan Alex disana.

Ana cukup heran, dia jelas-jelas mendengar teriakan Alex. “Perasaan pria brengsek itu yang berteriak memanggilku, apa aku menghayal?” ucapnya pelan.

Pelayan tua itu tersenyum lembut mendengar ucapan Ana yang terdengar polos menurutnya.

“Tuan Alex baru saja pergi, dia mengatakan padaku akan menunggu nona di meja makan jadi Nona ganti bajulah terlebih dahulu, Tuan tidak akan suka jika melihat keadaan nona saat ini!” ucap wanita tua itu ramah.

Ana mengalihkan pandangannya lalu menatap wanita tua itu senyum perlahan mengembang di wajahnya jika ibunya masih hidup mungkin usianya akan sama seperti usia pelayan ini.

“Ikutlah dengan saya Nona, saya akan memilihkan baju untuk anda!” Ajak pelayan itu kembali.

Kening Ana berkerut bukankah dia baru saja mengganti baju, kenapa harus ganti baju lagi.

Seakan mengerti dengan ekspresi wajah Ana, pelayan tersebut kembali tersenyum, lalu menatap noda cokelat di lengan Ana.

Ana mengikuti tatapan pelayan tersebut. “Apa aku harus ganti baju dikarenakan noda sebesar biji kacang hijau ini?” Tanya Ana kemudian.

Pelayan tersebut mengangguk membenarkan membuat Ana shock.

“Tuan Alex akan marah jika melihat noda itu.”

Ana memutar bola matanya malas, ia kini berdiri mematung tepat di belakang pelayan itu.

Ana membuka suara, “bii nama anda siapa?” tanya Ana pelan.

“Panggil aku bibi Kim aku kepala pelayan disini, jika nona membutuhkan apapun nona bisa memanggilku!” ujar pelayan itu begitu ramah dan penuh kasih sayang, Ana sangat suka itu.

Ana mengangguk mengiyakan ucapan bibi Kim, setidaknya Ana menemukan seseorang yang sangat tulus dan baik hati di rumah ini.

“Bersikap baiklah pada Tuan, Tuan terlihat sangat mencintaimu nona, aku tau dia sudah mencari dan menunggumu sejak lama, sangat lama” jelas bibi Kim kembali.

Kening indah Ana mengkerut tidak mengerti maksud ucapan wanita tua itu.

“Mencintaiku? jangan bercanda Bi, Kami baru bertemu Cinta tidak muncul secepat itu,” kekeh Ana dengan raut wajah malas.

“Dan satu lagi apa maksud bibi Alex menungguku?” tanya Ana kembali, ia cukup tak paham dengan kata “menunggu”.

“Nona akan tau suatu saat nanti.” Bukannya menjawab ucapan Ana, bibi Kim malah semakin membuat Ana heran dan perkataannya.

Flashback End

Alex mengulas senyumnya melihat tampilan wanitanya yang saat ini terlihat sangat cantik dan cukup sexy dress sepanjang paha yang dikenakan Ana dan jangan lupa bagian dada yang sedikit mengesplor leher jenjang wanitanya. Penampilan yang berhasil membuat Alex meneguk salivatnya.

Rupanya Alex memnhinginkan sesuatu, entah mengapa hanya dengan melihat Ana sudah membuat fantasi liarnya melayang naik. Alex merasa ada desiran aneh pada tubuhnya, sungguh dia sangat menginginkannya saat ini.

“huftt, Tenang Alex ini belum saatnya tahan dirimu!” batinnya rancu, ia berusaha mengontrol dirinya.

Tatapannya kembali beralih ke Ana.

“Tunggu apa lagi? Duduk Ana!” suruh Alex tajam.

“Aku tidak mau duduk di dekat pria jahat sepertimu aku tidak sudih lebih baik aku mati kelaparan cihh,” desis Ana jengkel.

Tinggh

Alex menghentikan makannya lalu melempar sendok dan garpunya secara kasar menimbulkan suara yang cukup nyaring. Wanitanya ini punya berbagai cara untuk membuatnya marah rupanya.

“Duduk Ana atau kau mau kuhukum? sebuah ciuman sepertinya akan membuat bibirmu berhenti berbicara kasar padaku!” ancaman menakutkan akhirnya keluar dari bibir pria itu.

Mata Ana membulat sempurna mendengar ucapan pria itu, Ana dapat melihat perubahan pada ekspresi wajah Alex tanpa pikir panjang lagi ia segera duduk di meja makan itu dari nada ucapan Alex, ia tau pria itu tidak main-main mafia seperti Alex tentu sangat mudah melakukan hal yang tidak-tidak padanya.

Alex tersenyum licik melihat tingkah Ana yang sangat menggemaskan menurutnya. Rupanya ancamannya berhasil membuat Ana takut, sedikit menjahili wanita ini sepertinya akan sangat seru.

“Malam ini kau sangat cantik Ana!?” goda Alex ia lalu berdiri kemudian menghampiri wanitanya yang masih terdiam.

Ana berusaha menenangkan dirinya badannya terasa kaku, jantungnya berdetak kencang, ia heran kenapa pria di depannya ini sangat mudah emosi.

“Tapi sayangnya kau terlalu keras kepala, kau tau Ana aku tidak suka tolakan, apa kau mau mencoba hukumanku? hukuman yang akan membuatmu kecanduan!” bisik Alex tepat ditelinga Ana.

Ana menelan salivatnya dia dapat merasakan hembusan nafas Alex tepat di lehernya.

“Kaa..kau mau apa, aa..aku tidak bermaksud ka..kasar padamu,” ucap Ana semakin gugup, ia berusaha memalingkan wajah menjauh dari Alex.

“Ada apa Ana? Kau terlihat gugup. Tenanglah, jika kau mendengarkanku maka aku tidak akan berbuat macam-macam padamu,” ancam Alex menyeringai, dia tau saat ini Ana sudah sangat ketakutan akan sikapnya dan Alex suka itu.

“Bermain denganmu sepertinya sangat seru!” lanju Alex kemudian.

***

Tania menatap kosong cermin di hadapnnya, kamarnya terlihat sangat berantakan seperti hatinya yang begitu berantakan pula, membayangkan wanita yang bernama Anastasya bersanding dengan Alex, ohh dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Tokk..tokk...

ketukan pintu berhasil menyadarkannya.
“Masuk!” teriak Tania.

“Selamat malam Nona, ini berkas yang kau inginkan,” sodor pria itu pada Tania.

“Apa semua tentang Anastasya sudah lengkap dalam berkas ini?” tanyanya memastikan kembali.

Pria itu mengangguk lalu berbalik pergi melihat isyarat tangan Tania.

“Baiklah jadi aku ingin tau apa kelebihan wanita jalang itu sehingga Alex lebih tertarik padanya!” gumam Tania dengan kilatan di matanya.

Perlahan Tania membuka lembar demi lembaran, menurutnya tidak ada yang Wah dari wanita tersebut.

Setelah membaca dokumen itu, Tania tahu bahwa Anastasya hanya Anak dari salah satu pengusaha yang sudah bangkrut. Menurut Tania, Alex bukan tipikal pria yang akan dengan mudah bermain dengan wanita rendahan seperti Ana.

Jadi apa yang membuat Alex menyukai dan menginginkan wanita miskin itu?  Pikir Tania semakin pusing dibuatnya.

###

Jangan lupa coment beri saran dan kritikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.